Wednesday, 27 January 2010

Pada kesempatan kali ini saya ingin sekedar berbagi dari sebuah artikel parenting yang saya baca di newletter baby centre. Tulisan ini berjudul 10 Ways To Build Your Child's Self-Esteem yang ditulis oleh Sarah Henry. Semoga dapat diambil manfaatnya.

Untuk sebagian orang tua, mengasuh anak tentu tidak sekedar indentik dengan memberi makan dan menemani, tapi lebih dari itu, tentu saja selama proses pengasuhan anak tersebut juga didalamnya kita mesti selalu up to date dengan informasi, karena tentu saja kita mengasuh anak dengan dasar kekinian, karena perkembangan zaman tidak berjalan mundur, dan untuk itulah sebagai orang tua kita diharapkan tidak hanya duduk berjam-jam di depan internet tetapi tidak berusaha mengeruk informasi. Atau duduk berjam-jam di depan komputer sementara sedikitpun kita tidak meluangkan waktu untuk sekedar mendengarkan celotehan anak kita yang ada disamping kita. Padahal dengan mendengarkan ocehan mereka secara tidak langsung membangkitkan rasa percaya diri mereka, dan merupakan sebentuk pengakuan atas keberadaannya sebagai individu yang penting.

Menurut Jane Nelsen, seorang family terapist dan co-author buku Positif Discipline, mengatakan bahwa 'rasa percaya diri tumbuh dari rasa memiliki, percaya bahwa kita mempunyai kapabilitas dan mengetahui sepenuhnya bahwa apa yang kita kerjakan adalah sebuah karya yang berharga'. Rasa percaya diri untuk anak prasekolah adalah sebuah landasan yang penting, yang nantinya sangat bermanfaat sebagai penunjang kepribadiannya kelak di kemudian hari. Sebagai mana banyak diketahui oleh para orang tua, rasa percaya diri merupakan pengalaman yang bertahap, karena kita sendiri sebagai orang tua tentu merasakan ada kalanya kita merasa pede pada diri kita dan kadang kala tidak, dan hal itu wajar. Dan sebagai orang tua, tujuan utama untuk mengembangkan rasa percaya diri pada anak, adalah untuk memastikan bahwa anak anda berkembang menjadi anak yang bangga dan self-respect-pada dirinya dan pada kultur yang dia miliki- dan juga percaya pada kemampuan dirinya untuk dalam mengatasi tantangan di sekitarnya.

Berikut ini ada 10 cara membangun rasa percaya diri pada anak anda, yang mungkin dalam keseharin dapat anda praktekkan:

Berikan cinta anda, tanpa pamrih
Rasa percaya diri anak semakin berkembang dengan ketulusan cinta yang anda berikan meski bagaimanapun tingkah polah anak anda, yang tentu saya kadang seringkali kita lepas kontrol, jikapun mungkin anak anda pernah mencelakai anak orang lain, katanya padanya misanya 'nak, dorong-dorong temanmu itu bisa bahaya, coba lain kali jangan dorong-dorongan', pastikan anda mengoreksi perilakunya dan bukan melabeli anak anda, misalnya dengan mengatakan 'anak nakal..kapan kamu bisa baik..!!! selalu ingat bahwa ungkapan cinta anda adalah motivasi bagi anak anda untuk menumbuhkan kepercayaan dirinya.

Berikan Perhatian
Luangkan waktu anda ketika anak anda ingin berbicara pada anda, berikan perhatian anda sepenuhnya pada apa yang sedang anak anda katakan, mungkin bagi anda sepele, tapi hal itu memberikan pesan bagi anak anda, bahwa dirinya adalah individu yang penting dan berharga. Cobalah hentikan kegiatan anda sebentar untuk memdengarkan sepenuhnya apa yang sedang ia katakan, jika mungkin anda sedang berfesbuk ria, berhentilah sejenak, atau jika anda sedang asyik menonton sinetron, matikan sejenak, atau jika anda sedang ngecek beberapa email yang masuk, hentikanlan sebentar, tentu anda tidak ingin anak anda merasa bahwa dia tidak penting kan. Atau jika anda sedang sibuk menyiapkan makan malam, anda dapat memancingnya dengan mengatakan "coba cerita sama ibu, tadi di sekolah gambar apa aja?, kalo udah selesai ceritanya ibu mau masak". Pastikan jangan lepaskan kontak mata pada anak anda.

Dukung anak anda untuk menghadapi resiko yang ringan
Apa maksudnya ya, tentu sebagai orang tua kita seringkali mendapati anak kita frustasi karena belum berhasil memasangkan gambar puzzle, sehingga seringkali ditengah-tengah bermain tiba-tiba mereka menjerit dan bahkan menangis sendiri. Apa yang perlu anda lakukan adalah, dukunglah anak anda untuk mencoba sesuatu yang baru, selama hal tersebut tidak membahayakan dirinya, minimalisir campur tangan anda untuk menjadi problem solving dalam tantangan baru yang dihadapinya. Biarkan anak anda melakukan ujicoba selama hal tersebut tidak membahayakannya. Jangan anda buru-buru mengatakan "sini, biar mama saja yang buatin" karena hal ini akan membuat anak anda tidak belajar untuk mendiri dan percaya diri.

Biarkan kesalahan terjadi
Tentu saja kesalahan memberikan pelajaran berharga, dan anak anda tentu tidak luput dari kesalahan, mungkin contoh sepele yang sering terjadi, misalnya anak anda meletakkan piring terlalu dekat dengan ujung meja, tentu saja berikan gambaran padanya apa yang pernah terjadi sebelumnya dengan kondisi yang sama. Sehingga kesalahan tidak akan terulang kembali, dan memang sebagai orang tua, hal tersebut perlu diulang berkali-kali, karena tentu saja berapa kalipun kita ucapkan, kerapkali anak seringkali lalai.

Rayakan Kemajuan Positif
Setiap orang pasti senang pujian, dan sebagai orang tua usahakan untuk senantiasa mengakui kemajuan-kemajuan positif yang setiap hari anak anda lakukan, misalnya, jika biasanya setiap pulang sekolah anak anda menaruh sepatunya sembarangan, kali ini dengan sendirinya dia meletakkan di rak sepatu tanpa anda suruh. Bisa jadi ketika ayahnya datang katakan padanya 'Yah, hari ini Hilda pinter, udah bisa naruh sepatunya sendiri di rak sepatu tanpa disuruh'. Pastikan anda spesifik dalam memuji, ketimbang anda bilang 'Good Job', katakan padanya: 'makasih nak kamu udah sabar menunggu'. Dengan demikian anak anda akan mengetahui bahwa dirinya berarti dan apa yang dia kerjakan adalah benar.

Jadilah Pendengar Yang Baik
Munkin pada saatnya anak anda ingin bercerita, sebagai orang tua, berhentilan sejenak dan dengarkan baik-baik apa sebenarnya yang ingin anak anda sampaikan. Tentu dia ingin mengetahui bahwa apa yang sedang dia pikirkan, rasakan, inginkan dan opininya anda hargai. Bantulah anak anda untuk merasa nyaman dengan apa yang sedang dia rasakan dengan membantunya mengindentifikasikan perasaannya. Misalnya, 'Mama ngerti kamu lagi sedih karena mesti berpisah dengan temen sekelasmu', dengan menerima emosinya apa adanya berarti anda menghargai apa yang sedang anak anda rasakan dan membantunya memberikan label perasaan apa yang sedang dia rasakan.

Hindari Perbandingan
Ketika kita mempunyai anak lebih dari satu, secara tidak sadar seringkali kita mengatakan, 'Kenapa sih kamu ngga bisa seperti adik?', atau 'Bisa ngga sih kamu anteng seperti temenmu itu?' ungkapan seperti ini hanya akan mengingatkan anak anda bahwa dia hidup yang memaksanya untuk selalu berkompetisi. Meskipun ungkapan tersebut bersifat positif misanya 'Kamu yang terbaik', sebetulnya membuat anak akan sulit keluar dari label yang anda berikan tadi. Jadi sebagai orang tua, terimalah kepribadian anak anda secara apa adanya, ingatkan diri anda bahwa setiap anak adalah individu yang uniq, karena dalam keunikan yang tersendiri itulah ada kelebihan yang mungkin tidak di miliki oleh orang lain.

Tawarkan Empati
Jika anak anda membandingkan dirinya sendiri dengan kawan-kawannya yang mahir dalam suatu hal, Misalnya suatu waktu dia mengatakan pada anda, 'Ma, kenapa tulisanku ngga bsia bagus seperti Sofia?' tunjukkan padanya empati anda, dan tunjukkan padanya salah satu kepintarannya yang tidak dimiliki teman-teman lainnya. Misalnya dengan mengatakan, 'Betul nak, tulisan Sofia bagus, dan kamu bagus lukisannya', dengan demikian anak anda akan belajar bahwa setiap individu mempunyai kekurangan dan kelebihan, dan dia tidak perlu merasa kurang dalam suatu hal yang tidak dapat dia lakukan.

Berikan Kata-Kata Dorongan atau Penyemangat
Setiap anak membutuhkan support dari orang-orang yang dia sayangi, yang dari support tersebut memberikan sinyal positif baginya, seakan-akan support tersebut adalah ungkapan 'Mama percaya kamu, Mama bisa lihat usaha besarmu, ayo teruskan nak..' Dorongan kata-kata penyemangat artinya pengakuan atas sebentuk usaha yang sedang anak anda lakukan, tidak hanya memberikan hadiah atas usahanya. Maka jika anak anda sedang berusaha belajar mengeja, katakan padanya 'Ayo nak, mama tau kamu udah berusaha keras untuk mengeja kata-kata itu, dan kamu hampir bisa membaca semuanya', ungkapan demikian akan memotivasi anak anda untuk percaya pada kemampuan yang dia miliki.

Ada perbedaan besar antara pujian dan dorongan, pujian dapat menjadikan anak merasa bahwa dia hanya yang terbaik, jika dia mengerjakannya secara sempurna, sementara dorongan, artinya anda mengakui usaha yang sedang dia lakukan. Sebaiknya anda katakan 'Coba cerita gambar apa hari ini di sekolah?' ketimbang anda mengatakan 'Gambar terbagus yang pernah mama lihat'. Terlalu banyak pujian akan melemahkannya untuk menghargai dirinya sendiri, karena dengan demikian akan menjadi tekanan baginya untuk selalu mendapatkan pujian dari orang lain. Maka berilah porsi pujian untuk anak anda secara bijaksana dan berikan dorongan secara terus-menerus, karena dengan dorongan anak anda akan merasa nyaman pada dirinya sendiri.

Selalu ingat, setiap anak adalah individu yang unik dan setiap individu adalah keajaiban yang kelebihannya tersembunyi, yang semua itu tidak luput dari orang tua untuk menghargai keberadaannya sebagai individu yang unik. Semoga dapat diambil manfaat.

8 comments:

dede said...

Tips nya mantep banget mam, kadang kita nggak nyadarin kalo anak itu harus bener terus ya. Berikan cinta anda, tanpa pamrih, memang kita selalu memberikannya, rayakan kemajuan positif juga selalu kita lakukan, tapi kadang kalo soal Biarkan kesalahan terjadi, kadang kita lupa untuk menerima,..heheh
Thanks tipsnya,

bunda yulia said...

kadang orangtua "tak mau melihat" tiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan sebagaimana orangtua juga begitu. self esteem anak bisa terbentuk jika ortu juga memiliki selfesteem yang sehat.
nice posting
salam

sibaho way said...

alhamdulillah sebagian sudah terlaksana. sekarang masih mencoba memahami keunikan tiap anak :) makasih atas sharing-nya

Kabasaran Soultan said...

Perlu dibaca oleh para ortu atatwa calon ortu nich..


nice sharing
thanks

Fajar said...

mantaps...mbak.....siiip.....

Hybrid News said...

Sip, makasih tipsnya Mam. Jadi teringat logika Matematika tentang implikasi, salah satunya adalah pernyataan pertama, maka hasil akhir pasti benar. Tetapi jika pernyataan awal benar, maka hasil akhir belum tentu benar.

Saya praktekin buat Bangkit Mam.

Xitalho.com said...

Kalo pas baca kayak ginian .. nyadar deh... apalagi ngeliatin mereka pada bobo' pules... Tapi, giliran mereka aktif.. orang tuanya juga ikut kumat "bludreg"nya hahahaha....

ddyah dytra said...

mam,, saya punya adik yang selalu di jahili sama teman temannya,,
bagaimana agar adik saya tidak menjadi lemah dan di jahili oleh temannya??? dia terlihat lemah di antara teman"nya mam,, bgaimana cra merubahnya agar dya menjadi ank yg kuat dan tidak lemah & penakut?

Share it

 

© 2009Milestones | by TNB