Thursday, 14 April 2011

Menjadi orang tua untuk anak yang mulai beranjak meninggalkan usia 5 tahun, tentu ada sebuah kebanggaan tersendiri, bahwa sebagai orang tua kita telah diberikan kesempatan untuk dapat terus menjaganya sampai sebesar ini. Akan terapi sebagai orang tua masa kini, tentu saja kita perlu menyadari perubahan-perubahan apa yang terjadi pada diri anak kita baik secara fisik atau mental, dan kesemuanya itu harus senantiasa kita ikuti perkembanngannya. Memastikan apakan semuanya normal dan baik-baik saja..

Anak saya pernah mengeluhkan nyeri salah satu payudarannya jika kesenggol, usianya belum genap 7 tahun saat ini, meski saat ini saya amati tidak ada perkembangan lanjutan, tetapi tetap saja sebagai seorang ibu saya masih penasaran, 'masa secepat itu udah mau jadi anak gede', lalu seharian saya mencari-cari artikel yang mengupas lengkap tentang puber dini, tapi saya tidak menemukan artikel yang secara lengkap menuliskannya sehingga akhirnya saya menemukan istilah 'precocious puberty' dan mulainya googling sampai saya pada sebuah artikel yang di muat di laman kidshealth.org, yang membahas secara panjang lebar tentang masalah puber dini pada anak. Saya sempatkan untuk menerjemahkan secara bebas kedalam bahasa Indonesia semoga dapat di ambil manfaat terutama para orang tua yang anaknya sudah mulai beranjak pada usia transisi.

Demikian Isi dari artikel tersebut;


Precocious Puberty

Pubertas, biasanya terjadi pada proses akil baligh-dalam Islam. Masa ini adalah masa dimana anak, baik secara fisik maupun mental menuju proses menuju pendewasaan. Pada umumnya tanda-tanda pubertas dimulai sekitar usia 7-8 tahun bagi anak perempuan, dan 9 tahun untuk anak laki-laki. (secara umum usia 10 tahun bagi anak perempuan dan anak laki-laki 12 tahun)

Akan tetapi bagaimana jika tanda-tanda pubertas tersebut muncul pada usia yang lebih muda dari yang terjadi pada umumnya? Misalnya anak perempuan usia 5 tahun sudah mulai muncul tanda-tanda pubertas? Bagaimana hal tersebut mempengaruhi perkembangannya, baik itu secara fisik maupun mental?

Precocious puberty adalah istilah dimana seorang anak telah mulai memperlihatkan tanda-tanda pubertas sebelum usia 7 atau 8 tahun pada anak perempuan dan 9 tahun pada anak laki-laki. Mungkin secara emosional hal ini akan sulit di terima bagi mental anak dan bisa jadi kadang itu dikarenakan adanya problem kesehatan pada diri anak tersebut.

Tanda-tanda Puber Dini

Tanda-tanda pubertas pada anak perempuan adalah antara lain yang tersebut dibawah ini pada usia anak sebelum 7 atau 8 tahun:

Perkembangan payudara
Pertumbuhan rambut dibawah lengan
Pertumbuhan tinggi badan yang pesat diatas rata-rata usia anak sebayanya
Menstruasi
Jerawat
Aroma bau badan seperti orang dewasa

Pada anak laki-laki, tanda-tanda pubertas dini antara lain:

Mulai membesarnya ukuran testis atau penis
Tumbuhnya rambut dibawah lengan dan pada wajah
Pesatnya pertumbuhan tinggi badan
Perubahan suara 
Jerawat 
Perubahan aroma bau badan seperti layaknya orang dewasa

Pada umumnya anak yang telah mengalami puber dini, mereka biasanya melalui apa yang disebut dengan ‘partial’ atau sebagian tanda-tanda puber dini. Pada beberapa anak perempuan, tanda-tanda puber dini biasanya dimulai antara usia 6 bulan dan 3 tahun, mungkin mulai menampakkan perkembangan payudara yang kemudian tanda-tanda tersebut hilang atau mungkin berkelanjutan tanpa diikuti tanda-tanda pubertas lainnya.

Begitupun sebagian anak perempuan dan anak laki-laki, bisa jadi mengalami pertumbuhan rambut dibawah lengan tetapi tidak disertai dengan perkembangan seksual lainnya. Anak yang sudah memperlihatkan sebagian tanda-tanda pubertas ini mungkin perlu benar-benar diperhatikan, terutama pendampingan secara mental dan emosional, meskipun pada umumnya mereka tidak memerlukan perawatan khusus dan biasanya akan menunjukkan tanda-tanda pubertas lainnya pada usia normal yang terjadi pada umumnya.

Bagaimana Puber Dini Berpengaruh pada Anak

Ketika masa pubertas berakhir, pertumbuhan tinggi anak berhenti. Hal tersebut dikarenakan rangka tulang telah sampai pada proses matang dan masa pertumbuhan akan berhenti lebih awal dibandingkan masa usia normal yang biasanya terjadi pada umumnya, anak yang mengalami masa puber dini biasanya pertumbuhan tinggi badannya akan terhenti lebih awal dibandingkan dengan anak-anak pada usia sebayanya. Mungkin pada masanya anak tersebut akan terlihat lebih jangkung dibandingkan dengan kebanyakan anak-anak lainnya, akan tetapi pertumbuhan ini akan lebih awal terhenti sementara teman-teman sebayanya masih mengalami proses pertumbuhan, bisa jadi anak ini nantinya tidak terlalu tinggi dibanding dengan anak-anak usia sebayanya.

Merasa dewasa terlalu dini bisa jadi akan sulit bagi anak secara emosional dan juga sosial. Misalnya, seorang anak perempuan yang mengalami puber dini mungkin akan merasa bingung atau malu pada perubahan fisik yang dialaminya, seperti membesarnya payudara atau menstruasi, sementara teman-teman sebayanya belum mengalaminya. Mungkin bagian yang paling sulit diterima bisa jadi olok-olokan dari teman sebayanya yang menganggap hal itu sebagai kondisi yang tidak pada umumnya terjadi.

Meski demikian, anak dengan tanda-tanda puber dini mungkin akan memperlihatkan perubahan baik secara emosi dan perilaku. Pada anak perempuan mereka kadang akan cenderung moody dan perasa, sementara pada anak laki-laki kadang mereka akan memperlihatkan perilaku yang lebih agresif dan juga memperlihatkan ketidakwajaran hasrat seksual di usianya yang lebih dini.

Sebab-Sebab Puber Dini

Pubertas biasanya dipicu oleh hypothalamus (yaitu suatu area dalam otak yang membantu mengontrol fungsi kelenjar pituitary) hypothalamus ini memberikan sinyal pada kelenjar pituitary (yaitu kelenjar yang berukuran kecil yang terletak pada dasar otak) untuk melepaskan hormone dan memberikan stimulasi pada indung telur, ovari (pada anak perempuan) atau testis (pada anak laki-laki) untuk menghasilkan hormon sex.

Kadang, puber dini juga bisa dipicu oleh masalah struktural pada otak (seperti tumor), luka pada otak karena pernah terjadi trauma (benturan dan lainnya yang mengakibatkan luka di otak), infeksi (seperti meningitis) atau masalah dalam indung telur (ovarium) atau kelenjar tiroid yang memicu pada mulainya tanda-tanda pubertas lebih awal dibanding yang umumnya terjadi.

Yang umumnya terjadi pada anak perempuan, bahwa puber dini tidak dipicu oleh gangguan medis, mereka hanya memperlihatkan tanda-tanda pubertas tanpa diketahui sebabnya. Akan tetapi hal ini tidak sering terjadi pada anak laki-laki, dimana kasus puber dini pada anak laki-laki biasanya disertai karena adanya masalah kesehatan.

Sekitar 5% anak laki-laki, masalah puber dini adalah karena faktor keturunan. Bisa jadi anak mengalami puber dini karena keturunan dari ayahnya atau dari keturunan pihak ibu dari kakeknya (yang mana sang ibu tidak mengalami kelainan puber dini). Akan tetapi pada anak perempuan kasus puber dini yang di sebabkan karena keturunan hanya 1% dibandingkan dengan anak laki-laki.

Diagnosa Puber Dini

Hubungi dokter anak anda jika anak merasa anak anda telah menunjukkan tanda-tanda kedewasaan sebelum usia 7 atau 8 tahun pada anak perempuan, atau usia 9 tahun pada anak laki-laki, termasuk perkembangan payudara, pertumbuhan tinggi badan yang pesat dibandingan dengan usia normal, menstruasi, jerawat, membesarnya ukuran testis atau tumbuhnya rambut dibawah lengan.

Perubahan fisik pada anak laki-laki dan perempuan biasanya sebagai bukti untuk pada dokter untuk melanjutkan pemeriksaan lanjutan. Untuk memastikan diagnosa puber dini, dokter mungkin akan meminta tes darah dan air seni untuk mendeteksi jika adanya peningkatan level hormone sex. Juga x-ray dari pergelangan tangan dan tangan keseluruhan  akan menunjukkan apakah perkembangan struktur tulang tumbuh terlalu pesat.

Scanning seperti CT Scans, MRIs (magnetic resonance imaging) dan pemeriksaan ultrasound dapat membantu mendiagnosa sebab dari puber dini ini, apakan itu dari tumor dalam otak, indung telur atau testis.

Terapi Untuk Anak dengan Puber Dini

Jika dokter anda mencurigai bahwa anak anda menunjukkan tanda-tanda puber dini, dia mungkin akan menganjurkan anda untuk berkonsultasi pada dokter endocrinologist (dokter dengan spesialisasi pada pertumbuhan anak dan kelainan hormon pada anak) untuk evaluasi lebih lanjut sekaligus terapinya.

Setelah dilakukan diagnosa, terapi untuk anak dengan pertumbuhan puber dini ini ditujukan untuk menghambat proses perkembangan seksual dan untuk menghentikan pesatnya pertumbuhan tulang anak yang mungkin nantinya pada usia dewasa anak akan menjadi lebih pendek tingginya dibanding normalnya. 

Akan tetapi terapi tersebut sangat tergantung pada sebab puber dini itu sendiri, dimana ada dua pendekatan terapi untuk anak dengan diagnosa puber dini, antara lain:

1. Memberi terapi pada sebab dari puber dini itu sendiri, misalnya tumor.
2. Merendahkan tingginya level hormon sex dengan proses pengobatan yang tujuannya untuk menghambat proses perkembangan seksual yang terlalu pesat.

Pada beberapa kasus, terapi pada gangguan kesehatan penyebab puber dini dapat menghentikan proses puber dini itu sendiri, akan tetapi pada kebanyakan kasus, karena puber dini tidak dipicu oleh gangguan kesehatan, terapi biasanya terdiri dari terapi hormon yang bertujuan untuk menghentikan laju pesatnya perkembangan seksual.

Pada saat ini terapi hormon yang diperbolehkan dalam bentuk obat disebut LHRH analogs- yaitu hormon sintetik yang menghambat pertumbuhan hormon sex pada tubuh, yang menjadi penyebab puber dini. Hasil memuaskan biasanya muncul selama kurang lebih satu tahun setelah di konsumsinya LHRH, yang mana umumnya aman dan tidak mengakibatkan efek samping pada anak-anak.

Pada anak perempuan, ukuran payudara akan mengecil, atau paling tidak nantinya tidak akan berkembang secara pesat. Sementara pada anak laki-laki, ukuran penis dan testis akan kembali pada umumnya anak seusianya. Petumbuhan tinggi badan akan melambat para rata-rata pertumbuhan tinggi badan anak pada umumnya dan perilaku anak biasanya menjadi seperti anak-anak pada umumnya usia sebayanya.

Bagaimana Memberikan Perhatian Untuk Anak Anda

Jika anak anda telah di diagnosa mengalami puber dini, bagi anda sebagai orang tua, berikan penjelasan secara jujur akan apa yang terjadi sesungguhnya. Jelaskan bahwa perubahan tersebut adalah normal pada anak-anak yang menginjak dewasa dan juga pada remaja, hanya apa yang terjadi pada dirinya mungkin berkembang agak lebih cepat. Pastikan anak anda diberikan pengertian akan terapi yang dia jalani dan untuk apa terapi tersebut.

Perhatikan jika anak anda merasa di olok-olok oleh kawan sebayanya dan juga kesulitan-kesulitan lainnya yang menyertai puber dini ini, mungkin bisa jadi berpengaruh pada perkembangan emosional anak anda. Biasanya tanda-tanda yang perlu anda diskusikan dengan dokter anda antara lain:

Menurunnya prestasi sekolah anak
Permasalahan di sekolah
Tidak ada kesemangatan pada kegiatan sehari-hari
Depresi 

Bagaimana anda menyelesaikan masalah yang mungkin terjadi akan membantu kesuksesan anak anda untuk melalui masa tersebut. Tujuan utama dari terapi itu sendiri adalah untuk menghindarkan anak dari perasaan merasa minder yang dikarenakan pesatnya pertumbuhan yang ada pada dirinya, tidak menyukai diri sendiri atau rendahnya rasa kepercayaan diri. Untuk menciptakan lingkungan yang suportif, selalu usahakan jangan fokuskan komentar anda pada penampilan fisiknya, melainkan sering-seringlah berikan penghargaan atas prestasi yang diperolehnya di sekolah, olahraga dan berikan support pada semua aktifitas yang diikuti oleh anak anda. Yang terpenting dan perlu diingat pada masalah puber dini adalah, anak dengan kelainan puber dini dapat diterapi, dokter dapat membantu mereka untuk menjaga pertumbuhan potensial pada masa dewasanya nanti, juga batas emosional dan kesulitan bersosialisasi yang mungkin mereka alami dikarenakan pertumbuhan yang terlalu pesat dibandingkan dengan anak usia sebayanya. 

Semoga Bermanfaat dan jika anda ingin membaca artikel lengkapnya anda dapat akses di link dibawah ini;

0 comments:

There was an error in this gadget
 

© 2009Milestones | by TNB