Sunday, 20 March 2011

Festival Musim Semi Navruz; Catatan dari Uzbekistan

Image taken from Uzbek Cooking
Assalom, Navruz! 

Sebuah karya puisi terkenal oleh seorang filsuf dan penyair terkemuka Umar Khayam dituliskan: ‘Bahwa dia yang merayakan dan memberikan kegembiraan pada hari Navruz akan menghabiskan hidupnya dengan riang sampai pada perayaan Navruz berikutnya’.
            
Untuk semua bangsa yang hidup dalam empat musim, musim semi diibaratkan sebagai waktu kebangkitan alam dan kehidupan, sebuah  masa rejuvenasi dan harapan perdamaian antar manusia dengan sesamanya, juga sebentuk masa waktuya penyemaian bibit tanaman, baik pada ladang-ladang maupun pekarangan sebagai penopang ketahanan pangan, pun sebagai masa peningkatan pada ternak, yang kesemuanya itu untuk memperkuat tali kasih sayang dan sebentuk gambaran hubungan mesra antara manusia dengan alam. Hal itulah yang melatarbelankangi perayaan Navrus pada kebanyakan wilayah Asia Tengah, Iraq, Turki dan sebagian Cina Persia.

Wednesday, 16 March 2011

The Challenge of Political Realism in Egypt Revolution

The Jasmine Revolution was not far behind the scene of the history and yet another revolution has swept another Arab country and it has been so far successfully forcing the 30 years reign of Hosni Mubarak to step down from his post. Unlike Tunisia, Egypt was one of US important ally in this region, particularly to support US interest to prevent the growing fundamentalism in this region that might become a hurdle toward Israel-Palestinian Peace process.

Within realist paradigm, naturally a weaker state seeks protection from a stronger state, in response to a potential threat from an adversary, where a stronger states acts in self-interest, protecting the resources of the weaker state from incursion by the foe.

Wednesday, 2 March 2011

Kearah Mana Transisi Mesir Berkiblat? Indonesia atau Iran

Setelah revolusi Mesir beberapa waktu lalu berhasil membuat Husni Mubarak bertekuk lutut untuk meletakkan kekuasaannya, tidak jelas apakah mundurnya Mubarak yang di sampaikan oleh Omer Suleiman tersebut atas kemauan Mubarak sendiri, atau karena tekanan dari pihak militer Mesir saat itu, yang mana aksi tuntutan para demonstran tersebut tidak dapat di tawar lagi.Sebuah pertanyaan yang layak di pertanyakan saat ini adalah, apa kelanjutan dari revolusi ‘Hari Kemarahan’ tersebut? Akanlah Mesir akan berkiblat ke arah Indonesia atau Iran, sebagaimana banyak di khawatirkan oleh negara-negara yang menanam kepentingan strategis di Negeri Fir’aun ini. 

Wednesday, 9 February 2011

Kapan Perlu Website?

Eksis di dunia internet, saat ini sudah hampir bisa disamakan dengan eksis di dunia nyata. Sebuah kantor atau toko yang mempunyai gedung fisik, tidak lengkap kalau tidak mempunyai sebuah website. Keberadaan sebuah website sudah seperti kantor atau toko maya yang dapat dikunjungi orang secara online dari jarak dan waktu yang tidak ada batasnya. Begitu juga seorang personal atau pribadi, di zaman sekarang ini, dengan eksistensinya di dunia maya, dapat ditemui, diajak bicara dan berdiskusi secara langsung atau tidak langsung tanpa harus menemuinya secara fisik.

Wednesday, 2 February 2011

Dari Tunisia menuju Mesir; Akankah membawa Perubahan di Timur Tengah

Revolusi Melati di Tunisia masih belum sepenuhnya hilang dari pemberitaan media, antara apa dan bagaimana akhir dari revolusi itu sendiri sampai saat ini masih belum seutuhnya lengkap terangkum dalam sejarah. Dari Tunisia, akankah akan membawa angin segar untuk memunculkan tuntutan perubahan di negara-negara Timur Tengah, -Mesir, tentu saja saat ini yang masih di guncang protes, Jordan, Yaman, Algeria dan Libya- menuju sistem pemerintahan yang lebih representatif dan aspiratif di mata rakyatnya?

Wednesday, 26 January 2011

Uzbek Suzanne, Wall-Embroidery

Pada sekitar akhir abad ke 19, kerajinan seni sulam tangan menjadi bagian dari budaya di Uzbekistan. Dapat dikatakan hampir setiap wanita Uzbek mengerti bagaimana membuat sulaman Suzana ini. Suzanne pada tradisinya dikenal sebagai bingkisan pernikahan yang diperuntukkan sebagai pajangan dinding pada pasangan yang baru menikah.

Kata Suzanne sendiri berasal dari bahasa Tajik yang artinya ‘jarum’, dalam pengertian lokalnya Suzanna diartikan sebagai wall-embroidery. Rata-rata Suzanna paling besar dengan ukuran panjang 2-3 meter dengan lebar 2 meter persegi. Biasanya sulaman Suzanne ini mengikuti model yang sudah di gambar di atas kain polos yang disebur ‘Kalam’, dan model sulaman ini hampir tidak meninggalkan sedikitpun ruang kosong pada dasar kain sehingga hampir motif sulaman ini penuh dan rumit.Sementara itu kombinasi warna biasanya mereka menggunakan warna dari bahan-bahan alami, seperti misalnya warna merah mereka ambil dari perasan paprika merah atau dari buah redberry.