![]() | |
| Image taken from Uzbek Cooking |
Sebuah karya puisi terkenal oleh seorang filsuf dan penyair terkemuka Umar Khayam dituliskan: ‘Bahwa dia yang merayakan dan memberikan kegembiraan pada hari Navruz akan menghabiskan hidupnya dengan riang sampai pada perayaan Navruz berikutnya’.
Untuk semua bangsa yang hidup dalam empat musim, musim semi diibaratkan sebagai waktu kebangkitan alam dan kehidupan, sebuah masa rejuvenasi dan harapan perdamaian antar manusia dengan sesamanya, juga sebentuk masa waktuya penyemaian bibit tanaman, baik pada ladang-ladang maupun pekarangan sebagai penopang ketahanan pangan, pun sebagai masa peningkatan pada ternak, yang kesemuanya itu untuk memperkuat tali kasih sayang dan sebentuk gambaran hubungan mesra antara manusia dengan alam. Hal itulah yang melatarbelankangi perayaan Navrus pada kebanyakan wilayah Asia Tengah, Iraq, Turki dan sebagian Cina Persia.
