Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Sunday, 20 March 2011

Festival Musim Semi Navruz; Catatan dari Uzbekistan

Image taken from Uzbek Cooking
Assalom, Navruz! 

Sebuah karya puisi terkenal oleh seorang filsuf dan penyair terkemuka Umar Khayam dituliskan: ‘Bahwa dia yang merayakan dan memberikan kegembiraan pada hari Navruz akan menghabiskan hidupnya dengan riang sampai pada perayaan Navruz berikutnya’.
            
Untuk semua bangsa yang hidup dalam empat musim, musim semi diibaratkan sebagai waktu kebangkitan alam dan kehidupan, sebuah  masa rejuvenasi dan harapan perdamaian antar manusia dengan sesamanya, juga sebentuk masa waktuya penyemaian bibit tanaman, baik pada ladang-ladang maupun pekarangan sebagai penopang ketahanan pangan, pun sebagai masa peningkatan pada ternak, yang kesemuanya itu untuk memperkuat tali kasih sayang dan sebentuk gambaran hubungan mesra antara manusia dengan alam. Hal itulah yang melatarbelankangi perayaan Navrus pada kebanyakan wilayah Asia Tengah, Iraq, Turki dan sebagian Cina Persia.

Wednesday, 26 January 2011

Uzbek Suzanne, Wall-Embroidery

Pada sekitar akhir abad ke 19, kerajinan seni sulam tangan menjadi bagian dari budaya di Uzbekistan. Dapat dikatakan hampir setiap wanita Uzbek mengerti bagaimana membuat sulaman Suzana ini. Suzanne pada tradisinya dikenal sebagai bingkisan pernikahan yang diperuntukkan sebagai pajangan dinding pada pasangan yang baru menikah.

Kata Suzanne sendiri berasal dari bahasa Tajik yang artinya ‘jarum’, dalam pengertian lokalnya Suzanna diartikan sebagai wall-embroidery. Rata-rata Suzanna paling besar dengan ukuran panjang 2-3 meter dengan lebar 2 meter persegi. Biasanya sulaman Suzanne ini mengikuti model yang sudah di gambar di atas kain polos yang disebur ‘Kalam’, dan model sulaman ini hampir tidak meninggalkan sedikitpun ruang kosong pada dasar kain sehingga hampir motif sulaman ini penuh dan rumit.Sementara itu kombinasi warna biasanya mereka menggunakan warna dari bahan-bahan alami, seperti misalnya warna merah mereka ambil dari perasan paprika merah atau dari buah redberry.

Tuesday, 5 October 2010

Samarkand, Sebuah Catatan Perjalanan

You can travel through the whole world, have a look at the pyramids and admire the smile of the Sphinx; You can listen to the soft singing of the wind at the Adriatic Sea and kneel down reverently at the ruins of the Acropolis, be dazzled by Rome with its Forum and Coliseum, be charmed by Notre Dame in Paris or by old domes of Milan; But if you have seen buildings of Samarkand, you will be enchanted by its magic forever.

Anda mungkin dapat melakukan perjalanan ke seluruh dunia, mengunjungi piramida dan mengagumi senyuman Sphinx; Anda dapat mendengarkan nyanyian lembut angin di Laut Adriatik dan berlutut dengan penuh hormat di reruntuhan Acropolis atau terpesona oleh Roma dengan Forum dan Coliseum-nya, atau anda akan terpesona oleh Notre Dame di Paris atau dengan kubah lama Milan; Tetapi, jika Anda telah melihat bangunan Samarkand, Anda akan terpesona oleh sihir selamanya.

Wednesday, 15 September 2010

Catatan Lebaran di Uzbekistan

'Haid Mubarik' Begitu ungkapan para muslim Uzbek memberikan selamat lebaran

Lebaran kali ini adalah kali pertama lebaran kami di Uzbekistan, hari Jum’at lalu kami sama-sama merayakan Idul Fitri di negeri ini. Sholat Id untuk warga negara Indonesia yang ada di Uzbek dilaksanakan di lapangan Wisma Duta Besar Republik Indonesia di Uzbekistan.

Seperti sholat Id sebelumnya, kali ini juga turut hadir beberapa Dubes dari negara-negara Islam seperti dari Jordan dan terutama dubes dari negara-negara Turkmenistan, seperti Kazakistan dan sekitarnya. Meskipun jawaban mereka agak enggan untuk hadir, dengan dalih, ‘saya ini muslim rusia, yang tidak pernah sholat dan tidak pernah puasa’, tapi meskipun demikian bapak duta besar kita meyakinkan beliau agar untuk tetap bisa hadir sekedar sholat dan makan-makan ala Indonesia.